RSS

Tag Archives: Perkuliahanku di stikom bali

Membuat halaman web sederhana dengan html dan css

html adalah bahasa pemrograman inti untuk membuat halaman web, untuk membuat halaman web biasanya html dikombinasikan dengan script css agar tampilannya lebih dinamis dan mudah di edit. css adalah cascading style sheet dimana fungsinya untk mempercantik halaman web html. untuk contohnya adalah seperti berikut:

1. pertama kita ketik kodehtml berikut (copas juga bisa, hehe):

<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”&gt;
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”&gt;
<head>
<title>belajar membuat halaman web dengan html dan css</title>
</head>

<body>
<div>header</div>
<div>kiri</div>
<div>kanan</div>
<div>footer</div>
</body>
</html>

2. kemudian kita buat kode css nya seperti ini :

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on April 20, 2011 in CSS, HTML, perkuliahanku, PHP, Programing

 

Tags: , , ,

Kalimat Penenang Saat Bertengkar

Iseng buka situs yahoo.com ketemu deh ni kalimat yang judulnya “Kalimat Penenang Saat Bertengkar” yang diposting By Mutia Nugraheni – Sabtu, 26 Februari, makasi yah mbak informasinya. Artikel ini kayaknya bagus banget untuk dibaca, saya kebetulan tertarik karena setiap orang di dunia pasti punya masalah dan tidak jarang menimbulkan pertengkaran, baik itu bertengkar sama pacar, saudara, orang tua, teman, dsb.

Perlu di ingat, Pertengkaran merupakan hal wajar bagi tiap pasangan. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dan pasangan melewati proses tersebut dan kembali menjalani hubungan.

Berikut 22 kalimat saya copas yang bisa Anda ungkapkan, untuk menenangkan emosi, seperti dilansir dari Shine. Katakan saja salah satu dari kalimat berikut saat bertengkar dengan pasangan untuk menenangkan situasi dan menghangatkan hubungan kembali.

1. Cobalah mengerti sudut pandangku

2. Tunggu, bisa aku tarik lagi ?

3. Kamu tidak harus menyelesaikannya, cukup bagiku untuk berbicara denganmu.

4. Ini sangat penting untukku, tolong dengarkan.

5. Maaf, aku bereaksi berlebihan.

6. Aku melihatmu dalam posisi yang sulit.

7. Aku bisa melihat bagianku dalam hal ini.

8. Aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya.

9. Aku bisa saja salah.

10. Kita bisa setuju atau tidak setuju dalam hal ini.

11. Ini bukan hanya masalah kamu, tapi masalah kita.

12. Aku merasa tidak dihargai.

13. Kita sudah keluar dari masalah utama.

14. Kamu telah meyakinkanku.

15. Tolong, tetaplah berbicara denganku.

16. Aku sadar ini bukan kesalahanmu.

17. Semuanya terkadang terlihat salah.

18. Aku juga membuat masalah makin besar.

19. Sebenarnya apa yang kita perdebatkan ?

20. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat keadaan jadi lebih baik?

21. Maafkan aku.

22. Aku sayang kamu.

Orang yang sabar adalah orang yang disukai banyak orang, jadilah orang yang disukai banyak orang tentunya dengan cara Sabar. Heheheheh…

 
Leave a comment

Posted by on February 28, 2011 in blogger, Internetan, Uncategorized, wordpress

 

Tags: , , ,

Materi Pemrograman Client Server

Sebagai seorang mahasiswa di sekolah tinggi jurusan informatika saya diwajibkan untuk menguasai bahasa permograman baik itu bahasa pemrograman dekstop maupun bahasa pemrograman web. walaupun sibuk kuliah saya suka berbagi ilmu kepada orang yang membutuhkan lewat menulis di blog.  Salah satu materi perkuliahan saya dalam matakuliah pemrograman adalah pemrograman client server dengan memnggunakan Visual Basic.Net dengan database SQL Server. Bagi teman teman yang baru belajar berikut saya kasi materi pengenalan pemrograman client server yang saya pelajari sebelumnya semoga bermanfaat.

client‐server merupakan merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.

materi pemrograman client server

 

 

 

–          Dalam model client/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan

–          Komponen klien juga sering disebut sebagai frontend, sementara komponen server

disebut sebagai backend

–          Komponen klien dari aplikasi dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna.

–          Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server.

–          Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan

mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien.

–          Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan

menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi

dengan pengguna.

  • Karakteristik Server

– Pasif

– Menunggu request

– Menerima request, memproses mereka dan mengirimkan balasan berupa service

  • Karakteristik Client

– Aktif

– Mengirim request

– Menunggu dan menerima balasan dari server

Macam arsitektur Aplikasi

1. Standalone (onetier)

Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host.

2. Client/Server (twotier)

Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Dengan client/server user dari berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal.

3. ThreeTier / MultiTier

–          Presentation Logic, komponen ini bertanggung jawab dalam memformat dan  mempresenting data pada pengguna atau alat keluaran dan mengendalikan masukan pengguna dari keyboard atau alat input lainnya.

Macam arsitektur Aplikasi
1. Standalone (one‐tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , ,

Disater Recovery dan Disaster Recovery Planning

Apa Itu Disaster ?

Bencana adalah sesuatu yang tak terpisahkan dalam sejarah manusia. Manusia bergumul dan terus bergumul agar bebas dari bencana (free from disaster). Dalam pergumulan itu, lahirlah praktek mitigasi, seperti mitigasi banjir, mitigasi kekeringan (drought mitigation),dll. Di Mesir, praktek mitigasi kekeringan sudah berusia lebih dari 4000 tahun. Konsep tentang Early Warning System untuk kelaparan (famine) dan kesiap-siagaan (preparedness) dengan lumbung raksasa yang disiapkan selama tujuh tahun pertama kelimpahan dan digunakan selama tujuh tahun kekeringan sudah lahir pada tahun 2000.

Konsep management bencana mengenai pencegahan (Prevention) atas bencana atau kutukan penyakit (plague), pada abad-abad ‘non-peradababan’ selalu diceritakan ulang dalam simbol simbol’ seperti kurban, penyangkalan diri dan pengakuan dosa. Early warning kebanyakan didasarkan pada Astrologi atau ilmu Bintang. Tak heran mengapa kata bencana (DISASTER) secara etimologis berasal dari kata DIS yang berarti sesuatu yang tidak enak (unfavorable) dan ASTRO yang berarti bintang (stars). Dis-astro berarti an event precipitated by stars (peristiwa jatuhnya bintang-bintang ke bumi).

Response kemanusiaan dalam krisis emergency juga sudah berusia lama walau catatan sejarah sangat sedikit, tetapi peristiwa Tsunami di Lisbon, Portugal pada tanggal 1 November 1755, mencatat bahwa ada respon bantuan dari Negara secara ‘ala kadar’. Jumlah korban meninggal pasca emergency sedikitnya 20,000 orang. Total meninggal diperkirakan 70,000 orang dari 275,000 penduduk. Hingga dekade yang lalu, cita-cita para ahli bencana masih terus mengumandangkan slogan ‘bebas dari bencana’ (free from disaster) yang berdasarkan pada ketiadaan ancaman alam (natural hazard).

Tiga tahun terakhir, dari publikasi tulisan-tulisan tentang management bencana, telah terjadi perubahan paradigma. Sebagai misal di Banglades dan Vietnam, khususnya yang hidup di DAS Mekong, yang semulanya bermimpi untuk bebas dari banjir (free from flood), akhirnya memutuskan untuk hidup bersama banjir (living with flood). Tentunya komitmen hidup bersama banjir, tetap dilandasi oleh semangat bahwa banjir atau ancaman alam lainnya seperti gempa, siklon, dan kekeringan boleh terjadi tetapi bencana tidak harus terjadi. Di Timor, khususnya masyarakat Besikama, sudah sangat lama hidup bersama banjir. Masyarakat tradisional Besikama sebenarnya sudah mengenal tentang praktek mitigasi banjir berdasarkan konstruksi rumah tradisional mereka sejak lama, yakni rumah panggung, yang sudah sangat tidak popular karena ‘pembangunan’ mengajarkan segala segala sesuatu yang ‘modern’.

Disaster (bencana) didefiniskan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak. Pengertian ini mengidentifikasikan sebuah kejadian yang memiliki empat faktor utama, yaitu :

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , ,